pemanfaatan teknologi dibidang pendidikan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang amat
penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena
pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan
kualitas sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi
komputer dan teknologi informasi, sekolah-sekolah di Indonesia sudah
waktunya mengembangkan Sistem Informasi manajemennya agar mampu
mengikuti perubahan jaman.
Sistem informasi dan komunikasi mampu memberikan kemudahan pihak
pengelola menjalankan kegiatannya dan meningkatkan kredibilitas dan
akuntabilitas sekolah dimata siswa, orang tua siswa, dan masyakat
umumnya.Penerapan teknologi informasi untuk menunjang proses pendidikan
telah menjadi kebutuhan bagi lembaga pendidikan di Indonesia.
Pemanfaatan teknologi informasi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas bagi manajemen pendidikan. Keberhasilan
dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas bagi manajemen pendidikan
akan ikut menentukan kelangsungan hidup lembaga pendidikan itu sendiri.
Dengan kata lain menunda penerapan teknologi informasi dalam lembaga
pendidikan berarti menunda kelancaran pendidikan dalam menghadapi
persaingan global.
Kemajuan teknologi dan informasi merupakan sebuah kenyataan
perkembangan peradaban dunia yang memberikan banyak akses bagi
terjadinya perubahan pola kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang.
Kondisi tersebut, turut pula menjadi pemicu bagi upaya-upaya perubahan
dalam sistem pembelajaran atau pendidikan. Yakni upaya untuk melepaskan
dunia pendidikan dari kungkungan model pembelajaran konvensional yang
cenderung memaksa anak didik untuk mengikuti pembelajaran yang semakin
hari semakin tidak menarik dan membosankan. Sehingga, dengan meminjam
ungkapan Paulo Fraire, sekolah tidak lebih merupakan bangunan tembok
penjara yang menjerat penghuninya (para siswa) untuk senantiasa
mengikuti dan menerima dengan patuh semua ajaran yang terdapat di
dalamnya. Senada dengan maksud Freire, Neil Postman, seorang filosof dan
pakar pendidikan, mencemaskan pola kehidupan lembaga-lembaga pendidikan
yang dianggapnya semakin teralienasi dari kultur dan kemajuan
masyarakat yang kian dinamis, sehingga ia sampai kepada taraf asumtif
bahwa nilai-nilai pendidikan sekarang telah mengalami kematian
(stagnan).
Oleh karenanya, dunia pendidikan senantiasa dituntut untuk
terus-menerus mengikuti alur perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang kian berkembang pesat, karena pendidikan yang tetap berkutat pada
instruksional kurikulum yang kaku hanya akan menjadikan peserta didik
gagap terhadap realita kemajuan teknologi yang semakin tak terbendung.
Dengan pemanfaatan teknologi di dalam dunia pendidikan, diharapkan
akan mampu menggeser sifat pendidikan yang cenderung introvet (tertutup)
menjadi ekstrovet (terbuka) dan lebih proaktif, sehingga akan semakin
memberdayakan proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif dan
kompetitif.
1.2. Permasalahan
1. Apa Teknologi Informasi dan Komunikasi itu?
2. Apa arti Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan?
3. Bagaimana peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan?
4. Bagaimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan?
5. Apa sajakah contoh – contoh pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah berbagai aspek yang
melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan
dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaanya, komputer
dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan
dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for
applied Research and Development : Report on Information Technology;
H.M. Stationery Office, 1980]. Definisi lain tentang Teknologi Informasi
dan Komunikasi yaitu suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah
data, termasuk memroses, mendapatkan,menyusun, menyimpan, memanipulasi
data dalam berbagai cara unntuk menghasilkan informasi yang berkualitas,
yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digynakan
untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan
informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Maka definisi Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan dapat
berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk
menyiarkan program pendidikan.
2.2 Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan
Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah
berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
mendukung proses pembelajarannya. Dunia saat ini sedang memasuki era
yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi
ynag belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar
terjadi dalam bidang teknologi, ppolitik, sosial dan ekonomi. Segala
perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai
bidang yang antara lain adalah :
a. Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke masyarakat industri)
b. Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hi-tech)
c. Ekonomi nasional ke perekonomian dunia
d. Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang
e. Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi
f. Bantuan ke lembaga berpindah ke swakarsa
g. Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)
h. Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan
Menurut Budi Sutedjo (Eti Rpchaety, 2005), gelombang teknologi dan
informasi berkembang melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Gelombang pertama, Pemanfaatan TIK difokuskan untuk peningkatan produktivitas dan memperkecil biaya
b. Gelombang kedua, TIK difokuskan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan komputer melalui pembangunan jaringan komputer
c. Gelombang ketiga, TIK difokuskan untuk menghasilkan keuntungan lewat pembangunan program sistem informasi
d. Gelombang keempat, TIK difokuskan untuk membantu proses pengmabilan keputusan dari data kualitatif
e. Gelombang kelima, TIK difokuskan untuk meraih pelanggan (konsumen) melalui pengembangan jaringan internet
f. Gelombang keenam, TIK yaitu mengembangkan sistem jaringan tanpa kabel (wireless).
Teknologi Informasi berbasis pada disiplin ilmu-ilmu Informatika,
Teknik Komputer dan Manajemen Informatika ynag semuanya terikat dalam
Komputasi. Komputasi berarti pekerjaan ynag berkaitan dengan aktivitas :
hitung menghitung proses pengolahan, penyimpanan dan penyampaian
informasi, akibatnya tiap jaringan komunikasi beralih menjadi sentral
informasi dan bukan komputernya lagi. Pemanfaatan ynag dulunya sangat
terbatas, kini telah memasuki kedalam katagori strategis, pengaruhnya
pada kelangsungan usaha taidak dapat dipungkiri lagi (PUSTEKKOM, 2006).
Teknologi Informasi dari masa ke masa selalu mengalami perkembangan
yang pesat. Kemajuan ynag pesat dalam bidang elektronika menyebabkan
kemampuan
komputer maju pesat dan cepat usang mengikuti Hukum Moore (Vide;Bill Gates 1995 dalam PUSTEKKOM) dimana :
a. Kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya
b. Perangkat lunak semakin canggih
c. Batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi dan komunikasi
merupaka salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas
pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan harus memiliki
komponen-komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional
pendidikan, seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi,
proses, sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya operasi.
Sedangkan sistem komunikasi dan informasi terdiri dari komponen-komponen
pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan informasi yang
dibutuhkan puhak pengmabil keputusan saat melakukan aktivitas pendidikan
(PUSTEKKOM,2006).
Peran-peran TIK dalam dunia pendidikan :
a. TIK sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi
b. TIK sebagai infrastruktur pendidikan
c. TIK sebagai sumber bahan ajar
d. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pendidikan
e. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
2.3. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan
Pesatnya kemajuan teknologi yang merambah setiap lini dan sektor
kehidupan masyarakat, telah menjadikan semua persoalan dapat ditangani
secara mudah dan cepat, melalui sistem yang berbasiskan teknologi.
Dalam konteks pendidikan, akhir-akhir telah banyak diperkenalkan
model pembelajaran berbasis teknologi dengan berbagai macam istilah yang
digunakan, seperti: Computer Assisted Intsruction (CAI), Computer Based
Education (CBE), ICT, Computer Based Training (CBT), Computer Based
Instruction (CBI), Distance Learning, Distance Education, Cybernetic
Learning Environment (CLE), Desktop Video Conferencing, Integrated
Learning System (ILS), Learner-Cemterted Classroom (LCC),
Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan sebagainya. Semua
istilah tersebut pada intinya sama, yakni mengacu kepada sistem
pembelajaran yang mengandalkan pemanfaatan teknologi.
Pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam bidang
pendidikan telah dilakukan di negara-negara maju. di Amerika Serikat,
misalnya, pemanfaatan komputer dan jaringan komputer telah dilakukan
sejak tahun 1980-an. setiap siswa mempunyai kesempatan untuk mengakses
bahan-bahan pelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui
jaringan komputer. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini
ternyata berhasil meningkatkan hasil ujian, penurunan tingkat putus
sekolah, dan penurunan tingkat ketidakhadiran di kelas.
di indonesia pemanfaatan internet sebagai sarana pendidikan masih
sangat minim. untuk tingkat perguruan tinggi saja, hanya beberapa
perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,
dan itu pun belum maksimal. masih banyak aplikasi-aplikasi di internet
yang belum digunakan untuk mendukung kegiatan penididikan yang
dilakukan. untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi jauh lebih minim lagi.
Ada banyak bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
dalam bidang pendidikan yang dapat dilakukan, antara lain sebagai
berikut :
1) Pembelajaran Berbasis Komputer
Saat ini komputer sudah bukan lagi menjadi barang langka, bahkan
semua urusan di dalam kehidupan manusia, dari mulai urusan perkantoran
hingga urusan pribadi, saat ini tidak bisa lepas dari penggunaan
perangkat komputer dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Tak
terkecuali di dalam dunia pendidikan.
Oleh karenanya, untuk memanfaatkan teknologi komputer tersebut,
dalam konteks pembelajaran, saat ini telah mulai banyak ditawarkan
berbagai macam software yang berisi muatan-muatan mata pelajaran, yang
salah satunya dikenal dengan istilah “Computer Assisted Intsruction
(CAI)” atau “Pembelajaran dengan Bantuan (Media) Komputer”.
Istilah-istilah lainnya adalah: Computer Assisted Intsruction (CAI),
Computer Based Education (CBE), ICT, Computer Based Training (CBT),
Computer Based Instruction (CBI).
Di dalam dunia pendidikan, komputer bisa dirancang dan dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan paket-paket
pembelajaran. Hal ini mengingat beberapa kelebihan yang dimiliki
komputer, antara lain: (1) dapat menyimpan data dalam jumlah besar, (2)
menghitung dengan cepat dan tepat, (3) melakukan pekerjaan
berulang-ulang kali, (4) menampilkan bentuk grafik, bagan, gambar yang
dipandu dengan data numerik, atau dengan proses logika, dan sebagainya,
dan (5) menampilkan kembali data, informasi yang telah direkam sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan pendidik.
Melihat berbagai tantangan dan tuntutan pembelajaran pada saat
sekarang, jelas bahwa teknologi kumputer dapat dirancang dan
dimanfaatkan di dalam aktifitas pembelajaran. Pendekatan pembelajaran
melalui teknologi komputer ini dapat berbentuk antara lain: (1) bentuk
belajar model, yaitu peserta didik dapat belajar melalui latihan-latihan
yang diulang-ulang sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemampuan
dan ketrampilan tertentu, misalnya untuk pelajaran praktikum dan
ketrampilan, (2) bentuk belajar simulasi, yaitu bentuk belajar peniruan
kenyataan yang diabstraksikan dan dapat dilihat secara nyata melalui
layar monitor, misalnya pada sesi permainan olah raga dan ketrampilan,
(3) bentuk belajar permainan, dimana peserta didik dilibatkan dalam
operasi mental dalam bentuk permainan, misalnya pelajaran olah raga
permainan, sosio-drama, sosiologi, (4) bentuk pembelajaran tutorial,
yaitu bentuk belajar yang diberikan dengan sistem modul, dalam hal ini
komputer akan menampilkan informasi-informasi yang perlu diketahui dan
dipahami serta direspon oleh peserta didik, (5) bentuk pembelajaran
jenis tes, dalam hal ini peserta didik menyampaikan permasalahan yang
sudah dikuasai dan belum dikuasai, sehingga ada umpan balik dalam rangka
memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.
2) Berbagi hasil penelitian, teknologi informasi dan komunikasi,
dalam hal ini khususnya internet, telah banyak digunakan sebagai sumber
informasi untuk menunjang pendidikan. internet telah dimanfaatkan untuk
berbagi hasil-hasil penelitian yang dilakukan di belahan dunia berbeda.
hal ini menyebabkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat
dimanfaatkan oleh orang lain. saling berbagi hasil penelitian juga
mencegah terjadinya penelitian serupa yang berulang.
3) Konsultasi dengan pakar internet, juga banyak dimanfaatkan
untuk berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berbeda di tempat lain. hal
ini menyebabkan ruang dan jarak bukan lagi menjadi masalah. seorang
siswa di pulau kalimantan yang sedang melakukan penelitian dapat
berkonsultasi dengan seorang dosen yang ada di pulau jawa. hal ini dapat
dilakukan dengan pemanfaatan layanan e-mail, cahatting, ataupun mailing
list di internet.
4) Perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital
yang ditempatkan di internet. perpustakaan online memungkinkan seorang
pelajar atau mahasiswa dapat mengakses ke sumber-sumber ilmu pengetahuan
dengan cara mudah tanpa harus dibatasi dengan jarak dan
waktu.perpustakaan online memungkinkan mahasiswa UPI dapat mengakses
perpustakaan milik ITB.
5) Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan di internet.
aplikasi diskusi online memungkinkan para pelajar dapat saling bertukar
fikiran tanpa harus berkumpul disuatu tempat.
6) Kelas online, aplikasi kelas online dapat digunakan bagi
lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka dan
sekolah-sekolah terbuka. materi-materi pelajara dibuat interaktif dan
menarik sehingga kualitas belajar di kelas online tidak kalah dengan
kualitas belajar di kelas biasa.
keuntungan yang diperoleh oleh para siswa didik dari pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan antara lain:
1. dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain,
2. akses ke sumber pengetahuan dapat dilakukan dengan lebih mudah
3. akses ke para ahli menjadi lebih mudah karena tidak dibatasi oleh jarak dan waktu
4. materi-materi pelajaran disampaikan interaktif dan menarik
5. melalui belajar jarak jauh, kendala biaya dan waktu yang mungkin
tidak dapat dihindari dengan pendidikan biasa, dapat diatasi dengan
mengikuti kelas online.
selain pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh lembaga
pendidikan formal, teknologi informasi dan komunikasi juga telah banyak
dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan informal sebagai sarana
untuk pembelajaran.Beberapa situs di internet telah menyediakan
bahan-bahan pelajaran yang diberikan secara gratis. Beberapa situs
pendidikan yang dapat kita manfaatkan antara lain : situs ilmu komputer (www.ilmukomputer.com) yang memuat bahan-bahan pelajaran khusus bidang teknologi informasi dan komunikasi, situs jaringan pendidikan (www.pendidikan.net), dan lain sebagainya.
2.4. Contoh Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan
Definisi TIK bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya
saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program
pendidikan. Namun hal Pemanfaatan IT ini di Indonesia baru memasuki
tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan IT
untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini khususnya untuk sekolah –
sekolah konvensional umumnya belum tersentuh oleh teknologi dan
komunikasi. Padahal penggunaan IT ini telah bukanlah suatu wacana yang
asing di negeri yang sudah maju. Berikut ini ialah sampel-sampel dari
luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil
memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran
mereka:
1. Sekolah Dasar (SD) River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada,
merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini
dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki
era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap
kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer
sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak
memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan,
referensinya disimpan di dalam disket video interktif dan CD-ROM-bisa
langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga
gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa
digabungkan dengan informasi.
2. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era
komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan
sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4%
dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%.
3. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher
Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian
sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah
begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih.
Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa
Inggris sebagai bahasa kedua.
Namun sekarang penerapan teknologi informasi sudah mulai banyak
dipergunakan di instansi – pendidikan maupun sekolah- sekolah berstandar
internasional di indonesia. Dan yang merupakan salah satu produk
integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan adalah
e-learning atau elektronik learning. Saat ini e-Learning mulai mengambil
perhatian banyak pihak, baik dari kalangan akademik, profesional,
perusahaan maupun industri. Di institusi pendidikan tinggi misalnya,
e-Learning telah membuka cakrawala baru dalam proses belajar mengajar.
Sedangkan di lingkungan industri, e-Learning dinilai mampu membantu
proses dalam meningkatkan kompetensi pegawai atau sumber daya manusia.
Dari dunia akademis metode pembelajaran ini sudah mulai banyak
diterapkan dan dikembangkan. Ambil contoh penerapan e-Learning di kampus
ITB, IPB, UI, Unpad, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang,
dan universitas lainnya baik negeri maupun swasta, seperti Universitas
Bina Nusantara (Ubinus) Jakarta.
Selain itu dalam hal penghematan waktu dan kecepatan penyajian
informasi akibat penerapan teknologi informasi juga memberikan
kesempatan kepada guru dan pengurus sekolah untuk meningkatkan kualitas
komunikasi dan pembinaan kepada siswa. Dengan demikian siswa akan merasa
lebih dimanusiakan dalam upaya mengembangkan kepribadian dan
pengetahuannya.
Sebagai contoh yang paling utama adalah sistem penjadwalan yang
harus dilakukan setiap awal semester. Biasanya membutuhkan waktu lama
untuk menyusun penjadwalan, Dengan sistem informasi dani komunikasi
dapat selesai dalam waktu singkat. Untuk mempermudah bagian administrasi
kurikulum sekolah, sistem informasi dani komunikasi menyediakan
fasilitas istimewa yang merupakan inti dari sistem kurikulum sekolah
yaitu membantu dalam pembuatan penjadwalan mata pelajaran sekolah yang
dapat diproses tidak lebih lama dari 10 menit. Administrator hanya akan
memasukkan kondisi dari masing-masing guru yang akan mengajar baik itu
dalam 1 minggu seorang guru dapat mengajar berapa jam, selain itu dapat
juga melakukan pemesanan tempat dan penempatan hari libur masing-masing
guru dalam 1 minggu masa mengajar. Setelah semua kondisi dimasukkan,
sistem akan memproses semua data tersebut sehingga menghasilkan jadwal
yang optimal dan dapat langsung dipakai karena sistem akan mendeteksi
sehingga tidak akan ada jadwal yang bertumpukan satu dengan yang
lainnya.
Setelah semua kondisi dimasukkan, sistem akan memproses semua data
tersebut sehingga menghasilkan jadwal yang optimal dan dapat langsung
dipakai karena sistem akan mendeteksi sehingga tidak akan ada jadwal
yang bertumpukan satu dengan yang lainnya. Setelah permasalahan
penjadwalan dapat ditangani dengan baik, hal yang tidak kalah pentingnya
adalah memasukkan data siswa (penilaian siswa).
Program sistem informasi dani komunikasi telah menyediakan
fasilitas untuk penanganan penilaian siswa yang secara langsung
memasukkan nilai ke dalam raport dan siap dicetak. Untuk sistem
penilaian siswa, yang dapat melakukan pengisian hanya Guru yang mengajar
mata pelajaran. Sistem penilaian telah disesuaikan dengan KBK
(Kurikulum Berbasis Kompetensi) sehingga masing-masing guru dapat
memasukkan deskripsi narasi dari mata pelajaran. Untuk menampilkan data
penilaian dapat disesuaikan kembali dengan kebijaksanaan dari
masing-masing lembaga pendidikan apakah ingin menampilkan data nilai
akhir siswa maupun menampilkan data nilai siswa setiap kali mengadakan
test ataupun tugas tertentu.
Selain Modul untuk penjadwalan dan Modul Penilaian siswa, sistem
informasi dani komunikasi juga memberikan fasilitas untuk bagian
administrasi keuangan sekolah dalam hal pembayaran SPP siswa. Bagian
administrasi dapat langsung mengecek siapa siswa yang mempunyai
tunggakan SPP dan untuk detail histori pembayaran SPP dari masing-masing
siswa dapat dicetak seperti mencetak buku tabungan di bank sehingga
mempermudah pekerjaan pihak administrasi keuangan. Administrasi keuangan
dapat langsung melakukan pengaturan data pembayaran masing-masing siswa
sesuai dengan kebutuhan dan dapat diubah sewaktu-waktu apabila ada
kenaikan pembayaran SPP. Apabila siswa tersebut akan melakukan
pembayaran, petugas dapat langsung memasukkan data. Hal sama juga dapat
dilakukan untuk Data pembayaran Sumbangan Sukarela dan Tabungan
Karyawisata
BAB 3
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah yang berjudul pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan adalah, sebagai berikut :
1. Dengan adanya teknologi informasi seluruh aktivitas belajar
semakin dimudahkan dari segi materi pendidikan, penilaian dan aktivitas
belajar – mengajar didalam kelas maupun diluar kelas.
2. Teknologi informasi memberikan waktu yang tak terbatas untuk
memiliki pengetahuan yang lebih (literature bacaan siswa atau mahasiswa)
sehingga persaingan pendidikan yang berstandar internasional pun dapat
di cover, yang berakibat baik bagi mutu pendidikan di indonesia dimana
adanya kesetaraan mutu dan output sumber daya terdidik antara dalam
negeri dan luar negeri.
3. Teknologi informasi memberikan kemudahan akses ilmu ( bahan
bacaan) bagi mahasiswa dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan
membeli buku dan kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan bagi tenaga
pengajar dan staff administrasi sekolah dalam merekap nilai dan melayani
administrasi peserta didik
Komentar
Posting Komentar